Dhyani Prima: Desainer Busana Muslimah Terjun ke Politik karena Ingin Memberdayakan Perempuan

by
Dhyani Prima. Foto: Dok Pribadi

Womensbeauty.id – Dhyani Prima dikenal sebagai desainer busana muslimah atau modest fashion dengan karya-karya yang indah dan elegan serta seorang pengusaha muda. Dhyani terinspirasi sosok perempuan berakhlak mulia Khadijah, istri Rasulullah Saw., untuk bisa menjadi seorang muslimah yang mandiri dan aktif. Ihwal terjunnya Dhyani sebgaai desainer tidak terlepas dari passion-nya di dunia fashion, yang dikenalkan oleh ibunda tercinta, yang juga motivatornya.

Sebagai desainer Dhyani terbilang sukses mengembangkan dua label, yakni Dhyssyari dan Dhyani Prima. Baginya fashion tak sekadar desain tetapi bisnis yang membuatnya menemukan dunia yang begitu dinamis. Bisnis ini menjadi salah satu bentuk syiar untuk mengajak muslimah lebih mencintai busana yang menutup aurat. Perempuan kelahiran Jakarta, 22 Mei ini melihat muslimah yang berbusana syari tampil begitu menarik.

Pada Oktober 2015, ibu dari Annisa S. Aqmalina dan Athallah Yusuf Firdaus memulai bisnis fashion busana muslimah dan meluncurkan label baru Dhyani Prima satu tahun setelahnya tepatnya pada November 2016. Dia juga membuka Butik Dhyssyari di IFS FX Sudirman, Famogal BSD City, butik di sebuah mal di Bandung, serta melalui online di media sosial seperti Instagram dan TikTok, serta website. Segmen pasar label Dhyssyari dan Dhyani Prima adalah muslimah aktif, anggun dan berkelas usia sekitar 20-50 tahun.

Ciri khas rancangan Dhyani Prima adalah klasik modern, perpaduan simplicity dan elegan. Sementara untuk Dhyssyari awalnya busana muslimah model gamis satu set dengan khimar, lalu diubah konsep desain menjadi model abaya. Model abaya ini dimodifikasi sesuai dengan kondisi cuaca negara tropis dengan konsep tetap syari, serta khimar diubah menjadi pashmina lebar.

Dalam merancang Dhyani menghindari model busana muslimah yang lebar di bagian bawah, tetapi lebih memilih model semi clock. Dia ingin busana muslimah rancangannya long lasting, yang bisa dipakai dalam berbagai aktivitas seperti jalan-jalan di mal, pertemuan dengan rekan, dan lainnya tanpa terpengaruh tren mode.

Ujar Dhyani, untuk busana rancangannya dia memilih busana yang nyaman, menyerap keringat, tidak panas dan tidak transparan, sesuai konsep busana muslimah syari yang mudah bergerak dan tidak mengganggu aktivitas. “Konsep desain busana muslimah syari meski tertutup tapi tetap nyaman, mudah bergerak, tidak transparan dan tidak membentuk lekuk tubuh,” ucap perempuan yang berprinsip: Lakukan sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain di sisa umur.

Sementara label Dhyani Prima usung konsep busana ready to wear atau casual yang diminati. Model two pieces bisa dikenakan untuk aktivitas bekerja atau kuliah. Dia mendesain busana dengan kombinasi Wastra Nusantara, sekaligus mengenalkan keindahan kain tradisional ke mancanegara. Sementara material bahan yang digunakan nyaman dipakai dan terlihat mewah.

Fashion Show. Sebagai desainer Dhyani banyak mengikuti berbagai acara fashion show dan pameran busana. Saat fashion show dia memperkenalkan rancangannya yang menggunakan Wastra Nusantara seperti kain Makassar, Dayak dan Lombok. Dia membeli langsung kain Wastra Nusantara dari perajinnya, tetapi khusus desain motif Dayak dia mendesain sendiri motifnya.

Beberapa kali Dhyani mengikuti fashion show di Jakarta, Surabaya, Kendari hingga di mancanegara seperti Dubai. Dia pertama kali mengikuti fashion show di Surabaya tahun 2016. Di Jakarta, Dhyani mengikuti ajang Muffest 2016 dan 2017, Indonesia Fashion Week 2017 dan International Islamic Fair 2016.

Dalam setahun ia bisa tiga kali mengikuti event di Grand Clarion Hotel di Makassar. Sebelum pandemi, Dhyani mengikuti ajang fashion show minimal tiga kali dalam setahun. Tetapi selama pandemi, ia hanya mengikuti dua kali fashion show, yaitu IFW 2020 dan ISEF 2020 yang dilakukan secara virtual.

Sebagai desainer sekaligus pengusaha, rahasia sukses Dhyani mengembangkan usahanya adalah tetap optimistis mengejar impian. Tidak mudah menyerah, mengasah keterampilan, terus mencari wawasan dan bergaul dengan senior yang sudah sukses. Dia juga terus belajar mengenai teknik, desain, serta mencari inspirasi model-model fashion.

Dhyani terus memperkenalkan rancangannya dengan melakukan ekspansi usaha. Dia membuka peluang menjadi reseller, yang saat ini reseller-nya sudah tersebar di berbagai kota di tanah air, seperti Makassar, Kendari, Surabaya, dan kota-kota lainnya. Di masa pandemi, dia mengubah strategi pasar dengan mengandalkan sosial media dan e-commerce untuk memasarkan produk. Sementara sebelumnya dia fokus dengan penjualan offline seperti butik atau pameran.

Menurut Dhyani perempuan harus kuat dan bahagia, karena dari perempuan yang kuat dan bahagia banyak energi cinta untuk dunia. “Harapan saya Indonesia menjadi kiblat fashion muslim dunia dengan banyaknya desain fashion busana muslim dan menjadi inspirasi muslimah Indonesia untuk berpenampilan menarik dan sopan,” ujar perempuan yang juga berprinsp: Strong, love and beloved.  

Terjun ke Dunia Politik. Meski namanya sudah dikenal sebagai desainer yang sukses tidak menghentikan langkahnya untuk terus berkarya dan bermanfaat bagi banyak orang. Saat ini Dhyani terjun ke dunia politik dan bergabung dengan partai berlambang mercy, Partai Demokrat.  Dia ingin turut andil memberikan warna dalam perpolitikan di tanah air.  

Dhyani Prima. Foto: Dok. pribadi

“Pengalaman saya di bidang politik mungkin baru, tapi perempuan di era sekarang sudah banyak yang tergerak hatinya untuk terjun ke dunia politik, sehingga saya pun tergerak hati untuk bisa berpartisipasi di dalamnya. Sudah saatnya perempuan-perempuan di Jakarta terlibat aktif dalam mempengaruhi kebijakan pemerintah,” papar istri dari Mashury Ibrahim, M.B.A.

Ujar Dhyani, jumlah perempuan yang cukup besar menjadi potensi untuk menggerakkan negeri menjadi lebih baik. Terlebih, perempuan terbukti mampu melakukan multitalking hingga tuntas. “Saya yakin Partai Demokrat bisa menjembatani perempuan Indonesia dalam mencapai tujuannya. Apalagi Demokrat sudah terbukti mampu menciptakan stabilitas politik dan ekonomi pada pemerintahan sebelumnya,” tuturnya.

Dhyani mengatakan saat terjun ke politik, banyak orang beranggapan bahwa politik itu kotor dan penuh intrik. Perempuan dianggap tidak cocok masuk ke dunia politik. Tapi pandangan Dhyani berbeda. Menurutnya politik merupakan sebuh sistem demokrasi yang membantu sebuah negara untuk lebih demokrasi dalam pengambilan kebijakan untuk memajukan dan mensejahterakan rakyat jika kebijakan itu dipimpin oleh pemimpin yang amanah.  “Penting untuk memilih wakil rakyat yang benar-benar kompeten dan kredibel. Pemilih perempuan harus bisa mendukung wakil perempuan juga agar tercipta UU yang melindungi dan berpihak pada kepentingan perempuan.

Ihwal Dhyani terjun ke dunia politik karena melihat partisipasi perempuan Indonesia dalam parlemen masih rendah. “Rendahnya angka keterwakilan perempuan di parlemen berpengaruh terhadap kebijakan berkaitan tentang perempuan dan anak. Saya ingin menjadi salah satu perwakilan perempuan di parlemen yang bisa berpartisipasi dalam pengambilan keputusan politik yang lebih akomodatif dan substansial untuk perempuan dan anak,” tegas Dhyani.

Lanjut Dhyani, amanat UU menetapkan sekurang-kurangnya 30 persen keterwakilan perepuan pada kepengurusan di tingkat pusat, juga daftar bakal calon legislatif harus memuat paling sedikit 30 persen keterwakilan perempuan di DPR maupun di DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota. Namun, ujar Dhyani partisipasi perempuan Indonesia di parlemen masih belum sampai pada kuota 30 persen.

Dhyani Prima. Foto: Dok. pribadi

Oleh karena itu, ujar Dhyani, pentingnya peningkatan partisipasi perempuan supaya pengambilan keputusan politik lebih substansial. Selain itu, menguatkan sistem demokrasi yang berhubungan dengan perundang-undangan pro perempuan dan anak di ruang publik.

Menjelang Pemilu Legislatif 2024 lalu, dia maju sebagai bakal calon legislatif dari Partai Demokrat.  “Alhamdulillah justru suami men-support saya untuk maju. Awalnya sempat ragu, tetapi suami menguatkan untuk maju dan jangan takut gagal. Anak-anak pun dari dulu sampai sekarang selalu men-support kegiatan Bundanya, selama saya bisa mengatur waktu dan prioritas,” ucap ibu dua orang anak itu.

Saat itu sebagai bacaleg, Dhyani punya mimpi terwujudnya DKI Jakarta yang adil dan makmur, yang berjuang untuk mewujudkan Jakarta beriman dan bertakwa, sehat, cerdas, maju, serta melestarikan lingkungan yang berkesinambungan. Dia ingin melihat, mendengar dan memperjuangkan aspirasi rakyat di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan sosial kemasyarakatan, perlindugan anak dan hak-hak perempuan, serta pembinaan pemuda.

Dhyani juga ingin meningkatkan kualiatas kompentensi dan pemberdayaan SDM yang bermodalkan dan bermuatan iman dan takwa dalam mendukung tugas dan fungsi sebagai perwakilan rakyat. Selain itu, meningkatkan kualitas pengelolan dan pelayanan humas serta data dan informasi. Meningkatkan kualitas kinerja dengan turun langsung kelapangan sebagai perwakilan rakyat. Mengembangkan profesionalisme dan pengelolaan administrasi yang baik. Meningkatkan sarana dan prasana sekretariat DPD guna mendukung kelancaran tugas dan fungsinya.

Untuk itu, Dhyani ingin berperan serta membuat peraturan daerah yang mendukung pemberdayaan wanita dan perlindungan anak. Memperjuangkan Jakarta baru yang lebih terbuka (transparan), modern dan toleran. Menyerap aspirasi rakyat dengan turun ke lapangan melalui pola komunikasi  yang terbuka dan setara. Mendukung program ambulans gratis untuk warga kurang mampu dan kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya. Memberikan pelatihan khusus untuk UMKM perempuan dan pemuda.

Dengan terjun ke dunia politik, Dhyani memegang teguh falsafah hidup dari Buya Hamka, yakni: Jangan takut gagal karena yang tak pernah gagal hanyalah orang-orang yang tidak pernah melangkah. Menurut Dhyani, kegagalan hal yang pasti dalam kehidupan, bahkan orang hebat bukan berarti mereka yang tidak pernah gagal. Dari kegagalan mereka belajar untuk tetap bangkit dan berusaha lebih baik lagi.  “Falsafah ini yang mendasari saya untuk terus mengejar mimpi dan passion,” ujarnya.

Kata Dhyani, terkait politik sejak dini anak-anak diajarkan tentang perpolitikan  dan moral, sehingga jiwa kebangsaannya tumbuh. Dia juga mengajak perempuan untuk saling menginspirasi dan berdiskusi, saling membantu dan menggerakkan sesama perempuan. “Mudah-mudahan anak bangsa terus maju, daya beli masyarakat juga sudah meningkat. Demikian juga UMKM jalan,” ucap Dhyani yang berharap membuka usaha restoran Ayam Kalasan itu.

Sebelum terjun ke dunia politik, Dhyani juga aktif dalam berbagai organisasi perempuan. Menurutny sebagai perempuan itu harus aktif dalam organisasi. Dia menjadi Pengurus DPP Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) dan aktif dalam organisasi PKK di Jakarta dan sekitarnya.

Dhyani pernah meraih berbagai penhargaan, di antaranya anugerah Penghargaan Perempuan Inspirasi Indonesia sekaligus launching buku Perempuan Inspirasi Indonesia 2019, yang diselenggarakan oleh IPEMI dalam rangka memperingati Hari Ibu 22 Desember. Penghargaan ini diberikan kepada 86 perempuan hebat di Indonesia yang dinilai sukses sebagai teladan seorang ibu dalam membina rumah tangga, sekaligus berhasil mencatatkan prestasi di berbagai bidang dan berkontribusi dalam pembangunan nasional.

Pendidikan Anak. Sebagai perempuan yang mandiri, ujar Dhyani, bagi perempuan yang telah berkeluarga jangan mengesampingkan kewajibannya sebagai seorang istri. Pasalnya, istri adalah makmum, bukan imam dalam keluarga. Bersyukurnya aktivitasnya sebagai desainer dan saat ini terjun ke politik tidak mengganggu aktivitas di rumah bersama suami dan kedua orang anaknya.

Dalam hal pendidikan anak, Dhyani dan suani satu misi bahwa agama menjadi fondasi penting bagi pendidikan anak. Anak sulungnya, sejak playgroup hingga SMA bersekolah di sekolah berbasis agama, selanjutnya kuliah di Universitas Birmingham, Inggris, karena melihat lingkungan di sana mayoritas muslimnya banyak dan juga banyak orang Indonesia di sana. Demikian pula anak bungsunya yang menjalani playgroup berbasis Islam hingga saat ini SD.

“Saya memegang teguh prinsip hidup yang ditanamkan orangtua yakni tidak ambisi, easy going, dan jangan menyakiti orang lain kalau tidak ingin disakiti. Kalau kita bisa membantu orang lain kenapa tidak, suatu saat kita juga akan dibantu orang,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.