Dra. Santi Mia Sipan: IEES 2025 – Exocloud Indonesia

by
Santi Mia Sipan menjadi delegasi pendamping dari Indonesia untuk International Entrepreneurship Education Summit 2025 di Stuttgart Media University (Hochschule der Medien Stuttgart), Jerman.

Womensbeauty.id – Pebisnis Dra. Santi Mia Sipan baru-baru ini menjadi delegasi pendamping dari Indonesia untuk International Entrepreneurship Education Summit 2025 di Stuttgart Media University (Hochschule der Medien Stuttgart), Jerman. Dalam kegiatan yang berlangsung pada 24 November hingga 6 Desember 2025 ini, rombongan delegasi sekaligus beranjangsana ke-5 negara, yakni Jerman, Belanda, Belgia, Prancis dan Swiss. “Sebagai delegasi dari Indonesia saya diminta sharing mengenai apa yang bisa dikerjakan untuk join cooperation bersama UKM dengan Stuttgart Media University,” tutur Santi mengenai pengalamannya di kegiatan tersebut.

Untuk diketahui, IEES 2025 ditujukan bagi para profesional di bidang inovasi dan kewirausahaan, yakni universitas, startup, korporasi dan sebagainya, untuk berbagi metode, ide, pengalaman pengajaran dan pelatihan kewirausahaan/inovasi. Topik dalam program ini seperti metode pengajaran kewirausahaan, format pelatihan/workshop inovatif, legalitas kekayaan intelektual, maker spaces/FabLaps, serta integrasi startup dan pendidikan. “Saya melihat langsung profesor di sana sangat dekat dengan student. Mereka sharing ilmu sharing ilmu secara simpel dan langsung pada intinya mengenai apa yang harus dikerjakan pertama hingga berikutnya secara tertata,” papar Santi.

Dari kegiatan itu, penerima penghargaan Ernst & Young 2010 (Class of Winning Women Entrepreneur of the Year) melihat pertumbuhan UKM Entrepreneurship atau startup di Jerman tingkat keberhasilannya 80%. Sementara pertumbuhan startup yang berhasil di Indonesia 10% di tahun kelima dan 5% di tahun ke-10. “Keberhasilan startup di Jerman yang tinggi karena dukungan besar dari pemerintah di antaranya dukungan finansial. Tidak ada cingkunek, tidak dilibas oleh usaha yang sama dari anak pejabat. Ini jadi concern kita agar pemerintah Indonesia melakukan hal yang sama terhadap startup yang bertumbuhan, dengan pemerintahan jujur, bertanggung jawab dan adil,” papar Santi.

Santi Mia Sipan, pebisnis

Santi juga mendapatkan wawasan yang luas, mendalam, serta pemahaman yang jelas dan tajam. Pelajaran yang dipetik adalah dia melihat manusia Indonesia adalah manusia paling beruntung karena tumbuh di negeri tropis, sehingga tidak ada perubahan cuaca ekstrem seperti di Eropa. Negerinya gemah ripah loh jinawi dengan kekerabatan bagus, saling menolong antar kerabat, dan harga-harga murah.

Tantangan UMKM di Indonesia. Sayangnya, tandas Santi, orang Indonesia cenderung malas, kurang komitmen dan tidak konsisten, sehingga hingga kini belum ada startup UMKM Indonesia yang tampil secara internasional atau sukses mengembangkan sayap di luar. Penyebabnya, tidak konsisten, produksi berubah-ubah, tidak tepat waktu, serta kualitas harga kalah bersaing dengan negara tetangga seperti Vietnam, Thailand dan Malaysia.

Sementara Vietnam dan Thailand yang bukan negeri berpenduduk mayoritas Islam, sudah memproduksi produk-produk halal yang bersertifikasi internasional. “Saya melihat dukungan pemerintah Indonesia belum kuat, di sisi lain karakter orang Indonesia yang gampang putus asa, menggampangkan, malas dan berpikir bagaimana nanti,” ujar ibu mengenai tantangan UMKM di Indonesia.

Padahal menurut Santi, kans orang Indonesia untuk sukses luar biasa, mengingat negerinya tidak memiliki ujian cuaca dan sanak saudara cenderung mendukung. Orang Indonesia bisa sukses di manapun jika memiliki karakter yang commit/consistent, reliable and trustable. Di sisi lain dibutuhkan kehadiran pemerintah untuk mendukung dari segi finansial, edukasi, peningkatan mutu dan segi bimbingan kepada UMKM secara berkala dan beri dukungan sepenuhnya pada UMKM secara keseluruhan. “UMKM jangan dimusuhi atau disalahkan, jika belum sukses sebaiknya belum ditetapkan pajak,” ujar Santi.

Santi berharap dukungan bagi NGO seperti Exocloud karena NGO ini mengambil dana dari CSR-CSR perusahaan Eropa, yang dipergunakan untuk mencerdaskan UMKM Indonesia. Santi yakin jika 10% penduduk Indonesia punya semangat,  maka generasi muda Indonesia akan smart. Untuk diketahui, Exocloud yang berada di bawah Yayasan Dharma Bhakti Wahyudin, bermula dari komunitas anak muda mulai dari 2015, menjadi badan hukum pada 2021 dan mulai dikelola secara profesional di tahun 2024. Secara konseptual, Exocloud adalah NGO pemberdayaan anak muda di bidang pendidikan, sosial dan kesejahteraan sosial, dengan founder Puteri Rahmawati.

Langkah Kolaborasi. Sepulangnya dari kegiatan IEES 2025, Santi berkomunikasi dengan Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Syariah di Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah Ir. Putu Rahwidhiyasa, M.B.A., C.P.M, untuk membahas kerja sama ke depannya. Putu sangat memahami UMKM Indonesia, terutama syariah, yang pengembangannya butuh bantuan pemerintah. Mengenai UMKM, saat ini tersedia aplikasi bagi UMKM yang posting berdasarkan preferensi bisnisnya bisa terhubung langsung dengan pendana secara syariah.

Sebagai suplier UMKM, Santi menilai terkadang produk dari UMKM Indonesia sudah bagus dengan rasa yang enak, tetapi finishing-nya belum diolah baik, seperti packaging-nya kurang memadai dan belum BPOM. Harapan Santi, legalitas dan perizinan UMKM akan lebih mudah serta ada bantuan pemerintah bagi UMKM untuk memudahkan izin go public internasional.

Selama ini, Santi banyak melakukan kegiatan melatih UMKM untuk membuat media sosial seperti TikTok dan aplikasi Sople yang akan diluncurkan pada Januari 2026. Aplikasi Sople, yakni aplikasi yang membantu kreator pemula menghasilkan tambahan income melalui konten digital yang terarah dan berkelanjutan. Platform ini menargetkan para counterpreneur atau kreator dan pelaku usaha kecil yang membangun bisnis dari kreativitas dan keberanian.  

Tampilan media sosial yang menarik akan membuat orang tertarik dan viewers-nya banyak, sehingga menunjang penjualan. Setelah itu, yang perlu mendapat perhatian adalah terkadang setelah promosi di media sosial produk langsung laku, bahkan booming, namun di sisi lain setelah laku UMKM tidak konsisten menjaga kualitas produk. UMKM juga perlu memperhatikan teknik menjual, packaging, tampilan dan merek. “Soal merek pilih yang simpel dan mudah diingat. Misal produk keripik Kusuka yang mudah diingat, yang untuk gelontorkan produk dan mereknya sudah melalui research and development bertahun-tahun dengan dana yang tidak sedikit,” paparnya.

Prinsip Santi dalam membimbing UMKM di beberapa organisasi UMKM di Indonesia adalah connecting the dots tanpa memikirkan terlebih dulu pendapatan yang akan diperoleh. Santi mewadahi perkumpulan Wise Women Wise Leaders yang berisi lebih dari 300 pengusaha perempuan Indonesia, serta bergabung dalam UMK – IKM Nusantara dan organisasi perempuan seperti Iwapi dan Kowani.

Melihat potensi UMKM di Indonesia, Santi berharap bisa berkolaborasi membuat kegiatan seperti seminar UMKM bagi para UMKM bekerja sama dengan pemerintah, untuk mensinergikan UMKM yang diwadahinya. “Untuk sinergi sebenarnya tidak sulit asal ada willingness atau kemauan. Di mana ada kemauan di situ ada jalan dan Bismillahirrahmanirrahim dengan izin Allah,” ujar Santi.

Harapan Santi, UMKM Indonesia, terutama UMKM syariah semakin berkembang, mendunia dan diakui. Karakter orang Indonesia juga setahap demi setahap belajar untuk lebih profesional. “Saat ini kita berhadapan dengan Gen Z yang mau serba instan, gampang patah semangat dan mundur. Tugas kita terus berjuang, nanti Allah bantu,” ucap Santi yang akan menjadi delegasi pendamping untuk trip Exocloud berikutnya ke UK dan Skotlandia untuk kunjungi The University of Oxford di UK.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.