ULD DKI Jakarta: Menjaga Kebugaran, Daya Ingat, dan Kebahagiaan Lewat Alunan Line Dance

by

Womensbeauty.id – Olahraga tak selalu harus identik dengan gerakan berintensitas tinggi (high-impact) yang menguras fisik secara berlebihan. Bagi masyarakat modern, khususnya generasi pra-lansia dan lansia, line dance hadir sebagai alternatif olahraga yang ramah tubuh, menyenangkan, sekaligus menjadi wadah bersosialisasi.

The Universal Line Dance (ULD) DKI Jakarta menjadi salah satu penggerak utama dalam memasyarakatkan olahraga seni gerak ini. Tak hanya di DKI Jakarta, ULD juga telah tersebar di berbagai provinsi di Indonesia (29 wilayah dan 1 perwakilan di Melbourne, Australia).

 Dari Komunitas Hingga Ratusan Kelas

ULD DKI Jakarta dalam kegiatan Pelatihan Line Dance. Foto: Dok.

Organisasi induk ULD Indonesia sendiri telah berdiri selama 18 tahun (sejak 2008). Pembentukan cabang wilayah dilakukan secara bertahap, di mana ULD DKI Jakarta resmi terbentuk pada 25 Maret  2014. Sementara Nani Bram, Ketua ULD DKI Jakarta mulai aktif berkegiatan line dance pada tahun 2016. Kepemimpinannya dimulai pada masa-masa kritis, yakni saat pandemi COVID-19 melanda di tahun 2020.

“Saat pandemi 2020, banyak kegiatan terhenti dan sekitar 30 kelas kita sempat bubar. Saya diamanahkan menjadi ketua pada Oktober 2020 untuk mengumpulkan kembali semangat para anggota. Dari masa sulit itu, alhamdulillah kini ULD DKI Jakarta terus berkembang pesat hingga memiliki 132 kelas,” ungkap Nani.

Saat ini, Nani melanjutkan kepengurusannya untuk periode 2026–2030 setelah menyelesaikan lima tahun periode pertama (2020–2025). Sistem penamaan kelas di DKI Jakarta menggunakan nomor urut pembentukan, mulai dari DKI 1 hingga yang terbaru DKI 132 di daerah Sunrise Garden, Jakarta Barat.

Visi utama ULD DKI Jakarta adalah memajukan dan memasyarakatkan line dance ke lingkaran publik yang lebih luas sesuai dengan standar internasionalnya. Selain menghadirkan olahraga yang menyenangkan (fun), ULD berfokus pada peningkatan kualitas instruktur dan anggota agar dapat ber-line dance sesuai standar teknis yang benar melalui berbagai pelatihan dan workshop. 

Menurut Nani, ada beberapa kegiatan yang dilakukan ULD DKI Jakarta. Salah satunya pelatihan dan workshop rutin untuk mengedukasi teknik dasar bagi para beginner hingga tingkat lanjut. Dengan demikian, maka anggota tidak sekadar meniru gerakan luar di media sosial tanpa pemahaman yang tepat.

Kegiatan lainnya adalah gathering dan jamming. ULD DKI Jakarta kerap melakukan berbagai gathering baik yang dilakukan per wilayah di DKI Jakarta maupun gathering yang diadakan oleh instruktur yang memiliki kelas-kelas line dance. Dalam kegiatan gathering biasanya diadakan juga sesi jamming serta showcase pembelajaran koreografi dance terbaru bagi member.

Selanjutnya, ULD DKI Jakarta bersama ULD Indonesia juga pernah menyelenggarakan rangkaian event internasional selama 4 hari penuh, mulai dari gathering, workshop, hingga kompetisi. Kegiatan ini, papar Nani, menjadi pengalaman paling berkesan bagi kepengurusan ULD DKI Jakarta. Keberhasilan mengelola event besar tersebut menjadi tonggak penting dalam meningkatkan kapasitas manajemen organisasi. 

“Tantangan kami harus menguatkan organisasi agar tambah solid menghadapi segala permasalahan yang akan dihadapi dengan semakin besarnya organisasi,” paparnya.

Manfaat Line Dance

ULD DKI Jakarta. Foto: Dok.

Nani menjelaskan line dance menawarkan paket lengkap untuk kesehatan tubuh dan mental. Salah satunya melatih fokus dan daya ingat. Line dance menuntut penari mengingat urutan langkah dan perubahan arah (wall). Hal ini sangat efektif melatih konsentrasi dan mencegah penurunan daya ingat pada usia senior. 

Selain itu, line dance bermanfaat untuk kebugaran dan fleksibilitas tanpa cela. Gerakannya terukur dan relatif ramah sendi dibanding olahraga high impact, namun tetap ampuh menjaga stamina serta kelenturan tubuh.

Line dance juga mengasah rasa empati dan kebersamaan. Karena dilakukan secara berkelompok, latihan line dance mengasah rasa toleransi dan kesabaran antaranggota. 

Line dance juga bermanfaat bagi kesehatan mental dan menimbulkan rasa bahagia. Suasana latihan yang diiringi musik, berbusana serasi (dress code), dan ajang interaksi sosial secara otomatis meningkatkan rasa percaya diri dan membawa kegembiraan (happy).

Meskipun pada awalnya line dance didominasi oleh kelompok pra-lansia dan lansia (“Lansia Gaul”), kini tren tersebut telah bergeser. Anak-anak usia 10 tahun, remaja, hingga dewasa muda usia 30–40 tahun mulai ramai bergabung. 

Kategori kompetisi line dance pun dibuat sangat berjenjang berdasarkan rentang usia dan tingkat kemahiran yakni anak-anak dan remaja (usia 10-20 tahun) adult/dewasa (usia 30-40 tahun), serta senior dan master (usia 60 tahun ke atas).

Keragaman musik atau lagu yang menarik dan koreografi modern yang selalu diperbarui (up-to-date) menjadi daya tarik utama mengapa line dance kini digemari oleh berbagai lapisan umur.

Ke depannya, papar Nani, di samping terus mengenalkan line dance, ULD DKI Jakarta berencana untuk terus melakukan edukasi kesehatan dan medis. Untuk itu, ULD DKI Jakarta bekerjasama dengan tenaga kesehatan untuk memberikan pemahaman mengenai pencegahan cedera dan pola hidup sehat bagi para lansia.  

Selain itu, Nani juga terus berusaha memperluas jangkauan melalui media sosial/media digital. ULD DKI Jakarta terus membagikan tutorial gerakan resmi di media sosial dan YouTube agar bisa diakses oleh pencinta line dance di daerah-daerah yang belum memiliki sanggar resmi. 

“Dengan begitu, ke depannya kualitas lebih meningkat, baik dari kepengurusan, instruktur, dan member yang menjangkau masyarakat luas,” paparnya.

Bagi siapa saja yang masih ragu mengikuti line dance, merasa tidak bisa menari, atau merasa usianya sudah tidak muda lagi, Nani Bram memberikan pesan sederhana, “Mulai saja dulu. Datang dan coba bergabung dengan komunitas di sekitar Anda. Begitu Anda mencoba, mendengarkan musiknya, dan bergerak bersama teman-teman, rasa senang itu akan datang dengan sendirinya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.