Arisan Princess: Tak Sekadar Happy-happy, Tapi Ada Charity-nya

by -216 views
Arisan Princess

Womensbeauty.id – Berawal dari seringnya bertemu di beberapa arisan sosialita, empat sahabat Dessy Kwang, Devi Liu, Icha Kim, dan Kimbby berkeinginan mendirikan arisan Princess, yang baru saja diluncurkan awal Desember 2019 ini di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Mereka menjadi pengurus sekaligus bandar arisan yang diberi nama Arisan Princess.

“Sebagai bandar, kita satu tim, tanggung jawab bersama, dibagi tugas setiap bulan untuk mencari tema, mencari fotografer dan tempat arisan agar selalu refresh dan tidak mati ide,” ucap Dessy, Devi, Icha dan Kimbby.

Arisan Princess
Arisan Princess

Arisan ini diberi nama Princess karena semua yang ikut arisan, sekitar 80 orang adalah perempuan. Sebagai perempuan mereka layak disebut sebagai Princess.

“Idenya untuk para women, arisan sebelumnya sudah mau selesai, maka kali ini kita buat arisan lagi dengan anggota orang-orang yang asyik dan happy, lebih flexy member,” ucap keempat orang bandar arisan.

Para peserta arisan umumnya para pengusaha, pebisnis dan karyawan. Sebagai pengusaha mereka ada yang pemilik salon, pemilik toko, perkebunan dan lain sebagainya.

Untuk menjadi anggota Arisan Princess, para bandar cukup selektif. Mereka memiliki persyaratan adalah anggotanya tidak menggosipkan anggota lain, tidak menjelek-jelekkan bisnis anggota lain, tidak bicara politik dan SARA. Anggota Arisan Princess juga harus membayar arisan secara tepat waktu.

Empat orang pendiri Arisan Princess

“Mau dagang boleh, tapi jangan menjelekkan. Jika ada yang tersinggung, nanti pada ribut dan ada permusuhan. Kita ini cinta damai, saling terbuka dan menghormati,” ucap empat orang pendiri Arisan Princess.

Arisan tak sekadar ­happy-happy, tetapi arisan dengan nominal sebesar Rp 5 juta ini juga dijadikan sebagai ajang sharing bisnis dan mencari teman. Arisa Princess juga memiliki program charity atau berbagi dengan sesama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *